skip to main | skip to sidebar

SMKN

Rabu, 12 November 2014

Cara menghadapi Teman yang Mengejek Kita



Punya teman yang suka membicarakan hal-hal yang tidak benar tentang diri kita, alias suka ngegosipin ? Bagaimana, ya, supaya dia sadar dengan perilakunya dan mau meminta maaf? Apa yang harus aku lakukan? Emmm....


   gak semua manusia bisa terima jika mereka dihina di caci maki. Manusia tidak pernah mau direndahkan oleh siapapun. Namun, meskipun tidak mau dihina, mereka memiliki respon yang berbeda-beda untuk menanggapinya.
“Kamu bodoh banget sih, temen temen yang lain aja pinter kohh???”
   Hal itu pasti terdengar sangat kasar apabila diucapkan kepada seorang, terlebih lagi itu dilakukan di depan teman-temannya, di depan umum u,u. Ucapan ini bisa aja muncul atas dasar ketidaksengajaan atau karena memang terlalu kesal dengan orang yang dimaksud. Namun, tetep aja. Ini adalah suatu hinaan yang menyakitkan. Lalu apa yang bisa kita lakukan seandainya berada dalam situasi seperti ini?
   Orang dengan emosional tinggi, marah. Dia akan melawan balik dengan kata-kata yang lebih parah. Perang mulut, atau lebih buruk lagi, baku hantam. Tak ada lain, hal ini akan berakhir dengan suatu kesia-siaan, seperti rasa sakit, kesal, menyesal, dan malu.
Orang yang rendah diri, tertekan. Dia tidak terima dengan ucapan itu. Dia tidak suka. Tapi apa yang bisa dia lakukan kalau semua yang dikatakan itu memang benar? Akhirnya dia hanya bisa tertunduk dan menerima kalau dia memang bodoh. Sisanya, dia akan merenung sendirian dan menangis, lalu benar-benar menjadikan dirinya bodoh seperti yang mereka katakan.
Orang yang cuek, tidak belajar. Mungkin sudah menjadi kebiasaannya untuk tidak mau mendengarkan setiap hal buruk yang dikatakan orang lain. Dia memang tidak terpengaruh oleh hinaan itu. Tapi dia juga tidak mau belajar untuk mempelajari dirinya sendiri, apa yang membuat mereka menghinanya seperti itu.
Pernah melihat pacuan kuda atau karapan sapi? Untuk mendapatkan lari yang sangat kencang, hewan-hewan ini sering dicambuk. Terlihat jahat dan menyakitkan, tapi itu memang membuktikan bahwa cambuk itu menggerakkan mereka.
Tidak bermaksud untuk menyamakan manusia sebagai hewannya, tapi cambuk merupakan analogi dari sebuah hinaan. Ketika telinga kita menangkap adanya hinaan, sadarlah bahwa itu artinya masih terdapat hal yang kurang pada diri kita.  Memang terasa sakit, tapi harus menjadi lebih baik lagi.
Beberapa orang menamakan hal ini sebagai dendam positif. Kita menggunakan rasa sakit hati ini sebagai suatu motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Percuma kita menghina balik orang tersebut jika yang dikatakannya itu benar. Maka, yang kita lakukin adalah segera memberikan bukti bahwa hinaan mereka adalah suatu kesalahan.
 Lebih baik ambil positifnya aja, ya. kayaknya kita orang yang memiliki kelebihan dibandingkan yang lain, sehingga banyak teman yang memberikan perhatian kepada kita, lewat penampilan kita di foto terus kita upload mereka kurang suka, terus kita suruh hapus fotonya. Perhatian banget kan?
Bandingin sama ibu? Kalau ibu kan gak pernah ngomentarin penampilan foto kita di sosial media yang penting kita sopan?

Bila temen kita itu memang terbukti mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang kita, kita sabar aja, dan mencoba buat gak ngulangin lagi
Kan ada tuh Tejemahan Bahasa Indonesia Surah Al-Humazah Ayat 1 :
"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,"

Ayat ini bisa juga diterjemahkan lain sebagai berikut ini :
"Neraka Wail buat manusia yang suka mencela dan mengejek"
Intinya kedua terjemahan tersebut sangat mengutuk orang yang melalukan perbuatan mencela, mengejek, mengumpat, menjelek-jelekkan, Mengatai-ngatai, dan lain sebagainya. Menurut penuturan seorang da'i pengertian humazah adalah orang yang suka mencela (menjelek-jelekkan sesuatu atau seseorang) sedangkan lumazah adalah orang yang suka mengejek (misalnya berakting seperti temannya yang pincang untuk ditertawakan).
Ø   Contoh Mencela / Mengumpat :
- Menjelek-jelekan seseorang yang punya kesalahan kepada kita di depan orang lain
- Hasil karya seseorang dibilang jelek tanpa pengetahuan yang cukup walau sebenarnya tidak jelek bagi orang lain.

Ø  Contoh Mengejek :
- Menirukan gaya temannya yang gagap agar bisa menjadi bahan tertawaan dengan teman-temannya.
- Mengatakan sesuatu yang bisa memprovokasi orang yang diejek apabila mendengarnya.
Ø  Contoh Mengumpat :
- Berkata kasar dan sumpah serapah saat disuruh bekerja oleh atasan baik secara langsung maupun tidak langsung
- Berkata-kata kotor di jalan raya terhadap orang lain yang menghalangi jalan kendaraan kita.
Diam itu emas. Bicaralah yang berguna dan seperlunya. Jangan berbicara yang akan dicatat sebagai perbuatan dosa. Jika ada orang lain yang mengajak kita mencela atau mengejek orang lain sebaiknya kita tidak ikut-ikutan dan segera menghindar atau mengalihkan pembicaraan dengan yang lain. Jika mampu, kita pun juga bisa mengingatkan mereka untuk menghentikan apa yang mereka lakukan agar terhindar dari dosa. Di layar televisi, radio dan di media cetak pun tidak jarang melakukan ejekan dan celaan, sehingga kita harus selalu waspada atas apa-apa yang kita dengar.


***

    Orang bilang hidup ini memang kejam, tapi hanya orang yang tahu cara menghadapi kekejaman itulah yang akan bertahan hidup. Menjadi orang yang dapat menghadapi hinaan dengan benar adalah sebuah berkah. Kita bisa mulai dari sekarang :)

ARIGATOO!!!

Diposting oleh Unknown di 22.30 0 komentar
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Archive

  • ▼  2014 (1)
    • ▼  November (1)
      • Cara menghadapi Teman yang Mengejek Kita

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Copyright © SMKN. All rights reserved.
Blogger templates created by Templates Block
Wordpress theme by Uno Design Studio